Tattwa Hindu Dharma

Juni 4, 2009

Agama Hindu memiliki kerangka dasar kebenaran yang kuat karena masuk di akal dan konseptual. Konsep pencarian kebenaran yang hakiki di dalam ajaran Agama Hindu diuraikan di dalam ajaran filsafat yang disebut Tattwa. Tattwa di dalam agama Hindu dapat diserap sepenuhnya oleh pikiran manusia melalui beberapa cara dan pendekatan yang disebut Pramana. Ada tiga cara penyerapan yang disebut Tri Pramana.

Tri artinya tiga, Pramana  artinya jalan atau cara.  Jadi Tri Pramana berarti tiga jalan atau cara untuk mengetahui hakekat kebenaran sesuatu, baik sesuatu yang nyata maupun abstrak, yang meliputi :

  1. Agama Pramana
  2. Anumana Pramana
  3. Pratyaksa Pramana

1.Agama Pramana

Agama Pramana adalah suatu cara yang digunakan untuk mengetahui dan meyakini sesuatu dengan mempercayai ucapan- ucapan dari kitab suci, karena sering mendengar petuah- petuah dan ceritera para guru, Resi atau orang- orang suci lainnya. Misalnya: Guru bercerita bahwa di luar angkasa banyak planet- planet.  Semua murid percaya akan apa yang diceritakan gurunya,  walaupun mereka tidak pernah membuktikannya.

2.Anumana Pramana

Anumana Pramana adalah cara untuk mengetahui dan meyakini sesuatu dengan menggunakan perhitungan logis berdasarkan tanda- tanda atau gejala- gejala yang dapat diamati. Contoh:
Seorang dokter selalu mulai dengan menanyakan keluhan- keluhan yang dirasakan oleh pasiennya, sebagai gejala- gejala dari penyakit yang diidapnya. Dengan menganalisa keluhan- keluhan tersebut dokter dapat menyimpulkan penyakit pasiennya.

3.Pratyaksa Pramana

Pratyaksa Pramana adalah cara untuk mengetahui dan meyakini sesuatu dengan cara mengamati langsung suatu obyek, sehingga tidak ada yang perlu diragukan selain harus meyakininya. Misalnya menyaksikan atau melihat sesuatu dengan mata kepala sendiri, kita menjadi  yakin terhadap suatu objek atau kejadian yang kita lihat.

Tri Pramana ini, menyebabkan akal budi dan pikiran manusia dapat menerima kebenaran hakiki dalam tattwa, sehingga berkembang menjadi keyakinan dan kepercayaan. Kepercayaan dan keyakinan dalam Hindu disebut dengan sradha. Dalam Hindu, sradha disarikan menjadi 5 (lima) esensi, disebut Panca Sradha. Tiap agama dilandasi dengan keyakinan, di mana dalam agama Hindu dikenal dengan istilah Sradha. Ada lima keyakinan yang disebut Panca Sradha yang mendasari segala aspek kehidupan bagi umat Hindu yakni :

1.BRAHMAN (Keyakinan terhadap Tuhan) 1

Agama Hindu mendidik umatnya untuk meyakini akan adanya Sang Hyang Widhi Wasa. Tuhan merupakan sumber segala yang ada di alam ini baik yang tampak nyata maupun yang abstrak.

2. ATMAN (Keyakinan terhadap Atman)

Atman adalah merupakan percikan- percikan kecil dari Brahman atau Sang Hyang Widhi Wasa yang berada di dalam setiap makhluk hidup. Atman di dalam badan manusia disebut  Jiwatman yaitu atma yang menghidupkan manusia.

3.KARMAPHALA (Keyakinan terhadap hukum Karma).

Karmaphala terdiri dari dua kata yaitu karma dan phala, Karma Phala berasal dari bahasa Sanskerta. Karma artinya perbuatan dan Phala artinya buah atau hasil. Jadi Karmaphala berarti hasil dari perbuatan seseorang. Umat Hindu percaya bahwa perbuatan yang baik akan membawa hasil yang baik dan perbuatan yang buruk akan membawa hasil yang buruk.

4. PUNARBHAWA / SAMSARA (Keyakinan terhadap penjelmaan kembali).

Kata punarbhawa berasal dari bahasa Sanskerta yaitu punar yang berari  lagi dan bhawa yang berarti menjelma. Jadi Punarbhawa berarti keyakinan uamat Hindu terhadap kelahiran yang berulang- ulang, yang disebut juga penitisan atau samsara.

Berbekal Panca Sradha yang diserap menggunakan Tri Pramana ini, perjalanan hidup umat Hindu menuju ke satu tujuan yang pasti. Ke arah kesempurnaan lahir dan batin yaitu Jagadhita dan Moksa. Ada  empat jalan yang bisa ditempuh, jalan itu disebut Catur Marga. Catur artinya empat, dan Marga artinya jalan. Dalam ajaran agama Hindu terdapat empat jalan untuk mencapai kesempurnaan hidup lahir dan batin (Jagadhita dan Moksa) yang disebut dengan Catur Marga.

1.Bhakti Marga

Bhakti Marga adalah usaha untuk mencapai Jagadhita dan Moksa dengan jalan sujud bakti kepada Tuhan.

2.Karma Marga

Karma Marga berarti jalan atau usaha untuk mencapai Jagadhita dan Moksa dengan melakukan kebajikan, tiada terikat oleh nafsu hendak mendapat hasilnya berupa kemasyhuran, kewibawaan, keuntungan, dan sebagainya, melainkan melakukan kewajiban demi untuk mengabdi, berbuat amal kebajikan untuk kesejahteraan umat manusia dan sesama makhluk.

3.Jnana Marga

Jnana Marga ialah suatu jalan dan usaha untuk mencapai jagadhita dan Moksa dengan mempergunakan kebijaksanaan filsafat (Jnana).

4.Raja Yoga Marga

Raja Yoga Marga ialah suatu jalan dan usaha untuk mencapai Jagadhita dan Moksa melalui pengabdian diri kepada Sang Hyang Widhi Wasa yaitu mulai berlangsung dan berakhir pada konsentrasi.

5. MOKSA (Keyakinan terhadap bersatunya Atman dengan Brahman).

Tujuan hidup umat Hindu ialah mendapatkan kebahagiaan lahir dan batin (moksartham jagadhita). Kebahagiaan batin yang tertinggi ialah bersatunya Atman dengan Brahman yang disebut Moksa. Moksa atau mukti atau nirwana berarti kebebasan, kemerdekaan atau terlepas dari ikatan karma, kelahiran, kematian, dan belenggu maya/ penderitaan hidup keduniawian.

Demikianlah tattwa Hindu Dharma. Tidak terlalu rumit, namun penuh kepastian. Istilah- istilah yang disebutkan di atas janganlah dianggap sebagai dogma, karena dalam Hindu tidak ada dogma. Yang ada adalah kata- bantu yang telah disarikan dari sastra dan veda, oleh para pendahulu kita, agar lebih banyak lagi umat yang mendapatkan pencerahan, dalam pencarian kebenaran yang hakiki.

(diringkas oleh I Putu Agus Arta Wibawa)
Sumber :

http://www.babadbali.com/canangsari/pa-tattwa.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: